Perihal kegemaranmu itu, Kekasih, aku tak dapat menyelam atau mendaki, tapi menemani.

1 day ago with 4 notes

Pada sebuah atau banyak peristiwa, peka pun tak cukup menerka. Kau harus mengalaminya. Lalu, silakan bicara.

1 day ago with 6 notes

Tutup Mulut

Bagai terempas di pelataran surga, sabankali kita sendiri bersama-sama. Sebab ternyata ada, ada banyak rasa dan asa berhamburan di dalam kalbu - serupa udara yang menunggu untuk nafaskan karyaku dan karyamu.

Kekasih,
kekasihmu ini dipermainkan puisi, sementara kamu malah bernyanyi. Rupanya kita memang bercanda dalam rupa yang berbeda, meski terlahir dari rahim yang persis sama.

Akhirnya, ini kali diam yang banyak bicara. Cinta membungkam mulut kita, tapi karya tak pernah diam saja.

Dan mencintaimu, tak dapat kubuat seadanya.


September, 2014
Elsa Syefira Qhoirunnisa


1 day ago with 5 notes

Lupa Sempurna

We don’t have to be perfect, we just have to be real.

Satu kutipan dari entah siapa, akhirnya pecah dari penampungannya. Beberapa bilang, bahwa itu hanya sebaris kalimat murahan. Penulisnya pastilah seorang anak yang masih ingusan dengan kekonyolannya berlagak bak bajingan. Beberapa lainnya bilang, bahwa tersirat debat perihal makna, namun tak seharusnya begitu juga. Sebab realitas menjerat kita untuk tidak kemana-mana.

Aku diam saja. Sebab atas segala yang telah menimpa, kujuluki sempurna adalah lupa. Meski kudengar mereka juluki sempurna adalah bangga. Sebab apa? Sebab sempurna terkriteria. Kemudian kepada aku, tak sekali mereka memuji dan berkata bangga. Tapi justru aku, lebih sering menjadi lupa. Bukan lupa karena pujian yang membesarkan kepala. Bagiku, sempurna bukanlah tempat penuh lena. Aku tak dibiarkan andil menyusun kriterianya. Aku hanya pemberi hidup pada kriteria mereka. Aku sempurna, mereka bangga. Aku sempurna, mereka tak suka. Ini adalah mereka yang punya kriteria berbeda. Aku sempurna, aku lupa.

Aku lupa. Aku lupa. Aku lupa menjadi siapa. Aku lupa aku siapa. Aku lupa sebab ingin mereka bangga. Aku lupa bahwa aku juga punya hina. Apakah mereka akan bangga juga? Apakah mereka akan mematahkan aku begitu saja? Aku lupa sudah berapa lama aku hilang dari raga. Sampai untuk mencariku lagi, ternyata lebih sulit dari mencari jarum di tumpukan jerami. Aku mencari aku pada hal-hal sederhana. Aku mencari aku pada hal-hal tentang luka dan nyawa. Aku tidak ada.


September, 2014
Elsa Syefira Qhoirunnisa


3 days ago with 8 notes

Cinta Cuma Canda (?)

Adalah cinta; merampas akalmu dari dalam kepalanya.
Adalah cinta; melingkarkan semua urusanmu dengan simpul kendaliku.
Adalah cinta; menelurkan sebiji tamak, lalu menumbuhkan sejuta pilak.
Adalah cinta; menanggalkan nama segala rasa menjadi cinta saja.
Adalah cinta; aku dalang dan kamu wayangnya.

Benarkah cinta terlampau sempit untuk dihuni berdua?
Lalu bagaimana bila kita saling memencilkan diri saja?
Lalu bagaimana bila kita saling melarikan diri saja?
Lalu bagaimana bila kita berhenti bicara cinta?
Lalu tengkar malah kembali hingar bingar.


September, 2014
Elsa Syefira Qhoirunnisa


3 days ago with 3 notes

Aku melepas diri dari kawanan, demi berburu kemenangan tanpa persaingan.

4 days ago with 7 notes


4 days ago with 1,370 notes
originally feellng

Semua hal tentang bersatu telah berubah jadi belenggu. Aku ingin kembali satu dan satu, tapi kau tak pernah mau.

4 days ago with 6 notes

Kujerat debar jantung sendiri, lantas kukemas sampai leher temali. Ini, kau kuhadiahi cinta setingkat mati.

4 days ago with 2 notes

#9

Kemarin banyak yang ingin melebur dengan alir, sampai langkah melanggar semua aba-aba nalar. Seketika ada damai. Damai yang bukan lagi menjadi tersia-sia asa. Aku menikmatinya. Namun entah siapa yang menggapai tangan, entah pula siapa yang menggerakkan kaki. Aku diselamatkan diri yang tidak aku kenali.

Dan dalam kuyup, aku menertawakan nyawa sendiri. Sebab ternyata, ia lebih lemah dari entah siapa.


September, 2014
Elsa Syefira Qhoirunnisa


5 days ago with 9 notes

theme by heloteixeira